KONTAK: 024 7460800 WA: 081 7955 6696 / 0822 4335 0799 BBM : 28CE56EC

Our Blog

UMROH SEMARANG – Lisan kita begitu ringan mengucapkan, tapi sejatinya lisan seperti pisau yang tajam. Perkataan lisan dapat benar-benar menyakiti seseorang, perkataan lisan benar-benar dapat membuat orang percaya, perkataan lisan juga dapat membuat orang benci maupun suka, serta perkataan lisan dapat mencerminkan kepribadian seseorang.

Kami menyediakan : paket umroh semarang

Allah Azza Wa Jalla menganugerahkan kita lisan agar di gunakan sebaik-baiknya, seperti halnya berzikir. Berzikir walaupun ringan di lisan tapi akan berat di amal timbangan saat di akhirat kelak, berikut adalah beberapa hadist yang menjelaskan keutamaan berzikir :

  1. Diriwayatkan dalam “Shahih Bukhari : “bahwa suatu ketika datang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah la berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan apa yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit”. Rasulullah bertanya padanya “Apakah engkau tidak pernah membaca doa para Malaikat dan tasbihnya seluruh makluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?”.
    Lelaki itu bertanya, “Doa apa itu wahai Rasulullah?”
    Rasullullah menjawab : “subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim”, dan beristighfarlah kepada Allah Subhanhuwata’alla sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.”
  2. Dalam kitab “Syarhul Washiyah” diterangkan sebuah hadist mengenai keutamaan dzikir subhanallah wa bihamdihi. Bahwa kalimat subhanallah wa bihamdihi adalah kalimat yang paling dicintai Allah SWT dan merupakan kalimat yang utama dari kalimat-kalimat lainnya.
  3. Rasulullah bersabda:
    Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah Subhanahu wata’allah adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi”.(HR Muslim dan Tirmidzi)
  4. Rasulullah bersabda :
    “Barang siapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut”.(HR Muslim dan Tirmidzi)
  5. “Subhaanallahi wa bihamdihi, ‘adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatih” (Maha Suci Allah, dan Maha Terpuji-lah Dia, sejumlah makhluk ciptaan-Nya, setingkat ridha Diri-Nya, seberat ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta Kalimat-kalimat-Nya”.Dari Ummul Mukminin Juwairiyah ra. bahwa, sekali waktu Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah pergi meninggalkan beliau selepas shalat subuh, sementara beliau dalam posisi duduk di tempat shalat beliau sambil terus berdzikir. Lalu saat kembali pada waktu dhuha (menjelang dzuhur), ternyata Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam masih mendapati beliau tetap duduk berdzikir seperti semula. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pun bertanya: ”Apakah kamu tetap duduk begini sambil berdzikir seperti saat aku tinggalkan bakda subuh tadi?”. Ummul Mukminin menjawab: Benar! Lalu Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam melanjutkan sabda Beliau: ”Sesungguhnya, setelah meninggalkanmu tadi, Aku telah mengucapkan empat lafal dzikir, sebanyak 3 x, yang bisa mengungguli seluruh dzikir yang kamu baca sejak subuh hari ini, yakni: Subhaanallahi wa bihamdihi, ‘adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatih” (HR. Muslim).
  6. “Hasbunallahu wa ni’mal wakiil” (Cukuplah Allah saja bagi kami, dan Dia-lah sebaik-baik penolong).
    Kata sahabat Ibnu ‘Abbas ra bahwa, dzikir tawakkal inilah yang dibaca oleh Khalilullah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat dilemparkan ke dalam api raja Namrud. Begitu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat Beliau membacanya saat dikepung oleh musuh dari berbagai penjuru (lihat QS. Ali ‘Imraan: 173, dan HR. Al-Bukhari).
  7. Dalam Sahih Muslim, Samarah bin Jandab r.a. menjelaskan empat bacaan zikir yang paling dicintai Allah sebagaimana dituturkan Rasulullah saw., Empat bacaan yang paling dicintai Allah,

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

    Subhhanallah, wal hamdulillah, wa la Ilaha illa Allah, wallahu akbar

    (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar). Tidak dipermasalahkan, bacaan mana yang engkau dahulukan

  8. Dalam Sahih Bukhari dan Muslim, Abu Musa Al Asy’ari r.a. menuturkan sabda Rasulullah tentang cara memperoleh kekayaan yang banyak di surga.

    “Maukah engkau aku tunjukkan pada salah satu gudang kekayaan di surga?”

    Abu Musa menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”

    Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Bacalah لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ La haula wa la quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah).”

Dan masih banyak lagi hadist yang menjelaskan tentang berzikir. Semoga kita termasuk orang-orang yang ringan lisan untuk berzikir dan mendapat naungan dari Allah azza wa jalla di surga kelak.

biro umroh semarang

Komentar...